oleh

Revitalisasi Sekolah Dimasa Pandemi, Kakanwil Kemenag Sultra Usul Kelas Dibagi Dua Shift

Reporter: Hasrun/ Editor: Kang Upi

RUMBIA – Kaknwil Kemenag Provinsi Sultra, Faesal Musaad menegaskan, dimasa pandemi covid-19, setiap peserta didik harus tetap mendapatkan pembelajaran dari sekolah.

Hal itu ditegaskan Faesal saat membuka Workshop Profesionalisme Guru Dalam Menyusun Bahan Ajar Selama Covid-19, di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bombana, Rabu 12 Agustus 2020.

“Kalau misalnya gugus tugas covid-19 Bombana, sudah mengizinkan proses pembelajaran tatap muka, bagaimana pelaksanaan?, perlu ada revitalisasi Rombongan Belajar (Rombel) oleh sekolah,” kata Fesal

Menurut dia, jika peserta didik telah perbolehkan untuk mengikuti proses belajar dengan metode tatap muka, proses pembelajaran di kelas bisa dibagi dua sift, misalnya pagi dan sore.

“Kita bisa membagi menjadi dua shif pagi dan sore. Kalau ada 40 siswa, jadi dibagi 20 satu kelas. Supaya sosial distance tetap dijalankan,” terang Fesal.

Dirinya berpesan, guna mendukung pencegahan covid-19 di sekolah, setiap kelas harus menyiapkan alat cuci tangan (ACT) agar peserta didik terhindar dari virus asal China itu.

“Guru juga harus mensosialisasikan kepada anak, bagaimana menerapkan protokol covid. Intinya kita harus melindungi jiwa peserta didik,” ujarnya.

Saat pandemi kata Fesal, sekolah juga bisa melakukan menotoring sistem, caranya setiap guru memiliki anak mentor.”Jadi kalau misalnya ada anak yang tidak menerapkan protokol covid, jangan anaknya yang dimarahi tetapi guru yang disalahkan,” bebernya.

Ia juga menyarankan sekolah untuk membuat komite kelas dengan penanggung jawabnya adalah wali kelas lalu ketua anggota hingga bendahara komite kelas, adalah para siswa.

“Jadi dengan ini kita bisa lebih aktif mendesain ruang kelas yang baik, agar proses belajar lebih baik lagi. Kita harus menciptakan generasi yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Terkini